Solusi Kesehatan Anda

Kesehatan Anda Investasi Paling Berharga!

Kanker Hati, Jangan Tidur Larut Malam !!

PARA DOKTER DI National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (SGOT, SGPT), tetapi ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm!

Selama ini hampir semua orang sangat bergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati (LiverFunctionIndex). Mereka menganggap bila pemeriksaan menunjukkan hasil index yang normal berarti semua OK.

Kesalahpahaman macam ini ternyata juga dilakukan oleh banyak dokter spesialis. Benar-benar mengejutkan, para dokter yang seharusnya memberikan pengetahuan yang benar pada masyarakat umum, ternyata memiliki pengetahuan yang tidak benar. Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar.

Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin,demikian kata dokter Hsu Chin Chuan. Tetapi ironisnya, ternyata dokter yang menangani kanker hati juga bisa memiliki pandangan yang salah, bahkan menyesatkan masyarakat, inilah penyebab terbesar kenapa kanker hati sulit untuk disembuhkan.

Penyebab utama kerusakan hati adalah :

1.
Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama
2.
Pola  makan yang terlalu berlebihan.
3.
Tidak makan pagi.
4.
Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
5.
Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan.
6.
Minyak goreng yang tidak sehat! Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng  makanan hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil. Jangan mengkonsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.
7.
Mengkonsumsi masakan mentah (sangat matang) juga menambah beban hati. Sayur mayur dimakan mentah atau dimasak matang 3/ 5 bagian. Sayur yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.

Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makanan sehari-hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak bergunasesuai dengan jadwalnya,

Sebab:

*
Malam hari pk  9 – 11: adalah pembuangan zat- zat tidakberguna/beracun (de-toxin)dibagian  sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.
* Malam hari pk  11 – dini Hari pk 1: saat proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
* Dini hari pk 1 – 3: proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur.
* Dini hari pk  3 – 5: de-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang  hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak   merintangi proses pembuangan kotoran.
* Pagi pk 5 -  7: de-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.
* Pagi pk 7 -  9: waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi  orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 6:30. Makan  pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya.  Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk9-10 daripada tidak makan sama sekali. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan  proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Selain itu,dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itu, tidurlah yang nyenyak dan jangan begadang!!!!!!!

Start Now before to late!!
Healthy Life… Healthy Body… Healthy Mind…

sumber: thomy265.wordpress.com

Juli 10, 2008 Ditulis oleh solusikesehatananda | Masalah Kesehatan | , , , | No Comments Yet

Stroke

Harus diakui bahwa dahulu, stroke sering menimpa para usia lanjut. Namun kini, yang berusia mudapun tidak luput dari serangannya. Umumnya serangan datang secara tiba-tiba, sehingga dinamakan dengan ’stroke’ yang kurang lebih memiliki arti pukulan telak dan mendadak, meskipun gejala-gejala stroke timbul sebelum serangan itu terjadi.
Mengingat stroke dapat berakibat fatal, atau bahkan dapat ‘membatasi’ si penderita selama bertahun-tahun sebagai orang cacat, sebaiknya Anda mulai mengenalinya.

Apakah Stroke itu?

Stroke adalah kerusakan jaringan otak yang disebabkan karena berkurangnya atau terhentinya suplai darah secara tiba-tiba. Jaringan otak yang mengalami hal ini akan mati dan tidak dapat berfungsi lagi. Kadang pula stroke disebut dengan CVA (cerebrovascular accident).
Orang awam cenderung menganggap stroke sebagai penyakit. Sebaliknya, para dokter justru menyebutnya sebagai gejala klinis yang muncul akibat pembuluh darah jantung (kardiovaskular) yang bermasalah, penyakit jantung, atau keduanya, secara bersamaan.

Bagaimana timbulnya?

Sel-sel darah merah tidak dapat sampai ke jaringan otak ketika pembuluh darah otak menjadi tersumbat (ischemic stroke) atau pecah (hemorrhagic stroke). Secara sederhana, stroke terjadi jika aliran darah ke otak terputus. Otak kita sangat tergantung pada pasokan darah yang berkesinambungan, yang dialirkan oleh arteri (pembuluh nadi).

Ada beberapa tipe stroke yaitu:

* Thrombotic Stroke terjadi bila ada bekuan darah (thrombus) yang terbentuk di dalam arteri dan menghambat aliran darah ke otak.
* Embolic Stroke terjadi bila ada sebuah bekuan darah atau sebagian dari plak, yang terbentuk dalam pembuluh darah lain di tubuh, kemudian terpecah dan mengalir ke pembuluh darah otak. Pecahan ini yang akhirnya menyumbat sebuah arteri di dalam otak.
* Lacunar Stroke disebabkan adanya blokade atau sumbatan pada beberapa pembuluh darah kecil di dalam otak.
* Cerebral Hemorrhage terjadi bila arteri di otak pecah yang menyebabkan sel darah keluar dari pembuluh darah. Stroke jenis ini tidak ditandai dengan gejala awal (terjadi secara tiba-tiba). Biasanya terjadi akibat dari tekanan darah yang tinggi. Dapat juga terjadi karena adanya kelainan bawaan pada pembuluh darah.

Di bawah ini adalah faktor-faktor yang meningkatkan resiko terjadinya stroke:

* Tekanan darah tinggi (hipertensi)
* Diabetes mellitus
* Kadar kolesterol tinggi
* Merokok
* Kelebihan berat badan
* Riwayat stroke dalam keluarga
* Penyakit pada katup jantung atau otot jantung yang disebut endocarditis
* Mengerasnya pembuluh arteri (aterosklerosis, atau penumpukan kolesterol pada dinding arteri)
* Ketidaknormalan irama jantung seperti atrial fibrilation

Faktor resiko baru

Selain faktor resiko klasik seperti tersebut diatas, ada juga faktor resiko baru yaitu perubahan endogen. Tingginya tingkat infeksi di Indonesia menyebabkan perubahan jaringan dalam tubuh yang bisa mendorong timbulnya stroke.

Bagaimana gejalanya?

Gejala stroke bervariasi tergantung dari bagian otak yang terserang serta seberapa luas kerusakannya. Gejala-gejalanya antara lain;

* Sakit kepala yang hebat tanpa sebab yang jelas
* Merasa lemas, mati rasa (baal), atau kesemutan pada wajah, lengan, ataupun tungkai, terutama pada satu sisi tubuh saja, kiri atau kanan
* Kesulitan berjalan, pusing, serta hilang keseimbangan dan koordinasi gerak
* Kesulitan atau ketidakmampuan berbicara atau mengerti sesuatu
* Gangguan penglihatan seperti pandangan kabur di salah satu atau kedua mata
* Perubahan kepribadian atau terjadi kebingungan
* Kesulitan menggerakkan otot seperti mengunyah, menggerakkan tangan ataupun kaki
* Tidak bisa mengontrol buang air besar dan buang air kecil
* Hilang kesadaran (pingsan)

Gejala awal sebelum terjadi stroke yang sebenarnya disebut sebagai Transient Ischemic Attack (TIA). TIA terjadi bila suplai darah ke otak berkurang untuk waktu singkat yang hanya menyebabkan kerusakan sementara. TIA kadang sering disebut ministroke karena gejalanya sama dengan stroke tetapi gejala hilang dalam beberapa menit sampai beberapa jam.

Segera hubungi sarana kesehatan terdekat bila melihat atau mengalami gejala-gejala tersebut. Penanganan yang lebih dini akan lebih efektif. Karena setiap detik sangat berharga.

Banyak kondisi-kondisi lain yang menyerupai stroke, misalnya serangan jantung, kerusakan otak karena benturan di kepala serta epilepsi harus dibedakan.

Bagaimana mendiagnosa stroke?

Dokter akan menanyakan gejala-gejala yang dirasakan serta melakukan pemeriksaan fisik untuk mendapatkan diagnosa stroke.

Selain itu diperlukan pemeriksaan tambahan seperti:

* Tes laboratorium darah untuk mendeteksi adanya masalah lain yang menghambat proses pemulihan seperti penyakit ginjal, penyakit hati, diabetes, infeksi atau dehidrasi
* EKG (Elektrokardiogram) untuk mengetahui apakah jantung masih bekerja dengan baik
* Rontgen dada
* Scan otak (CT-sacan atau MRI) untuk mengidentifikasi stroke dan menentukan penyebabnya apakah karena penyumbatan pembuluh darah atau karena ada perdarahan di otak

Bagaimana penanganannya?

Sangat penting untuk segera membawa penderita ke rumah sakit untuk segera mendapatkan pertolongan. Banyak rumah sakit besar memberikan penanganan berupa obat-obatan yang dapat memecah sumbatan pada pembuluh darah. Obat-obatan tersebut dapat menghentikan gejala dengan cukup cepat. Penanganan sebaiknya diberikan dalam 60 menit pertama setelah serangan stroke terjadi. Waktu ini disebut dengan golden period. Jika dalam kurun waktu itu penderita mendapat pemeriksaan dan penanganan yang tepat, maka ia akan terhindar dari kematian, komplikasi, atau kecacatan. Setelah pemberian obat-obatan, perawatan difokuskan pada rehabilitasi dan pencegahan terulangnya stroke.

Semua jenis stroke memerlukan observasi yang cermat, terutama pada 24 jam pertama. Penanganan lainnya dapat disesuaikan dengan penyebab terjadinya serangan stroke seperti misalnya penanganan terhadap hipertensinya.

Penanganan selanjutnya tergantung dari berat ringannya akibat dari serangan stroke tersebut. Apabila ada kelumpuhan dibagian tubuh lain perlu dilakukan terapi khusus misalnya fisioterapi, terapi okupasi, serta terapi wicara.

* Fisioterapi dapat membantu memulihkan kekuatan otot-otot serta mengajarkan bagaimana bergerak yang aman dan nyaman dengan keterbatasan gerak akibat kelemahan otot.
* Terapi okupasi membantu penderita untuk dapat makan, minum dan berpakaian sendiri.
* Terapi wicara membantu penderita untuk mengunyah, berbicara maupun mengerti kembali kata-kata.

Berapa lama dapat kembali seperti sediakala?

Tergantung dari luasnya kerusakan bagian otak yang terkena. Pemulihan bisa terjadi beberapa hari sampai beberapa minggu setelah serangan stroke. Pada kasus lain bisa saja pemulihan terjadi lebih lama dan bertahap. Apabila pemulihan tidak terjadi dalam 1-2 minggu setelah serangan, bisanya kelumpuhan otot dan ketidakmampuan bicara lebih sulit untuk pulih kembali.

Apa saja yang harus dilakukan penderita stroke?

Bicarakan dengan dokter apa saja yang menjadi penyebab terjadinya stroke, taati apa yang menjadi pantangan dan apa yang harus dilakukan. Saran dokter biasanya menyangkut masalah perubahan pola makan, olahraga, serta program untuk penanganan psikologis pasien maupun keluarganya seperti berbagi rasa, terapi wisata dan sebagainya.

Bagaimana mencegah terjadinya stroke?

* Bila memiliki hipertensi harus terkontrol baik dengan obat-obatan maupun pemeriksaan berkala
* Berhenti merokok
* Mengurangi makanan berlemak sehingga mengurang resiko tertumpuknya lemak dalam pembuluh darah
* Berolahraga teratur sesuai dengan kondisi kesehatan
* Usahakan berat badan tetap ideal.

Merokok dan Stroke

Merokok merupakan faktor resiko stroke yang sebenarnya paling mudah diubah. Merokok adalah penyebab nyata kejadian storke, yang lebih banyak terjadi pada usia dewasa muda ketimbang usia tengah baya atau lebih tua. Namun, resiko stroke menurun dengan seketika setelah berhenti merokok dan terlihat jelas dalam periode 2-4 tahun setelah berhenti merokok.

Perlu diketahui bahwa merokok memicu produksi fibrinogen (faktor penggumpal darah) lebih banyak sehingga merangsang timbulnya aterosklerosis (mengerasnya pembuluh darah).

Pada pasien perokok, kerusakan yang diakibatkan stroke lebih parah karena dinding bagian dalam (endothelial) pada sistim pembuluh darah otak (serebrovaskular) biasanya sudah menjadi lemah. Ini menyebabkan kerusakan yang lebih besar lagi pada otak sebagai akibat bila terjadi stroke tahap kedua.

PERTOLONGAN DARURAT STROKE

Stroke merupakan keadaan darurat medis. Bila Anda atau siapapun yang dekat dengan Anda mulai terlihat mengalami gejala-gejala stroke, sebaiknya bawa segera ke rumah sakit daripada menunggu serangan yang sebenarnya. Sementara menunggu dokter atau ambulans, lakukan pertolongan pertama untuk keadaan darurat ini, dengan urutan sebgai berikut:

* Jika orang itu sadar, tenangkan dia. Baringkan dengan hati-hati, taruh bantal di bawah kepalanya dan selimuti.
* Jika orang itu tidak sadar, periksalah pernapasannya. Bila masih bernapas, miringkanlah badannya dan biarkan kepalanya di atas lantai. Selimuti dia. Tunggu datangnya dokter atau para medis untuk melakukan tindakan penyelamatan lebih lanjut.
* Jika pernapasannya berhenti-kalau Anda ahli-segera berikan pernapasan buatan dari mulut ke mulut (resusitasi). Prioritas utama adalah mengusahakan penderita bernapas kembali. Ingat bahwa bila pernapasan terhenti dalam 2-3 menit akan terjadi kerusakan otak, dan bila sampai 4-6 menit akan terjadi kematian.
* Bila penderita tersebut sebelumnya terjatuh, periksa apakah terjadi perdarahan hebat. Hentikan perdarahan dengan melakukan penekanan selama 5 menit di atas lukanya.

Reference:

1. McKesson Health Solution LLC; Stroke; www.medcohealth.com
2. Harian Kompas; Penderita Stroke Harus Segera Ditangani; www.kompas.com
3. Vitahealth; Stroke; Gramedia Pustaka Utama

sumber: fortunestar.co.id

Juli 10, 2008 Ditulis oleh solusikesehatananda | Masalah Kesehatan | , , , , , , , , , , , | No Comments Yet

Gejala-Gejala Terjadinya Stroke Harus Diwaspadai

Dengan mengenali gejala-gejala terjadinya stroke mungkin akan sedikit membantu mengatasi akibat fatal yang mungkin dialami seseorang. Sebagaimana diketahui, kadang orang mengabaikan gejala-gejala awal tersebut.

Demikian menurut Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS di Atlanta, Georgia, dalam laporan mingguan CDC bertajuk Morbidity and Mortality.

‘Laporan terbaru mengatakan bahwa hampir 48% dari 167.000 kematian akibat stroke yang terjadi di tahun 1999 terjadi sebelum mereka sampai ke rumah sakit atau ke uni gawat darurat,’ kata Dr. Janet Croft dari CDC. Tambahan lagi, katanya, hampir 25% kematian karena stroke pada orang yang lebih muda daripada 65 tahun terjadi sebelum berangkat ke rumah sakit atau gawat darurat.

Menurut Croft, sangat penting mendidik masyarakat mengenal gejala-ge jala dan gejala-gejala dari stroke. Hal ini mungkin bisa membantu mereka mengatasi dan melakukan tindakan yang efektif dalam kasus stroke.

Seperti diketahui, stroke merupakan nomor tiga terbesar penyebab kematian, dan sebagai salah satu penyebab terbesar terjadinya kecacatan pada orang lanjut usia di AS. Menurut catatan CDC, sekitar 500 ribu orang mengalami stroke pertama tiap tahunnya.

Para ahli kesehatan masyarakat mengkhawatirkan banyaknya pria dan wanita di bawah 65 tahun yang mengalami gejala stroke, tetapi mereka menganggapnya bukan stroke tetapi penyakit lainnya. Mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa mengenali gejala stroke dan mencari bantuan darurat untuk mengatasinya mungkin bisa mengurangi stroke yang bisa menyebabkan kematian dan kecacatan itu.

Croft juga menyebutkan lima gejal a-gejala utama dari stroke.

1. Merasa lemah dan tidak bertenaga
2. Penglihatan kabur dan penglihatan menghilang
3. Tiba-tiba pusing atau kehilangan keseimbangan
4. Tiba-tiba menderita sakit kepala yang parah (yang kadang disebut penderit sebagai sakit kepala terparah selama hidup.
5. Bingung atau kesulitan berbicara

Jika seseorang mengalami salah satu dari kelima tanda tersebut, sebaiknya segeralah bawa penderita ke rumah sakit. ‘Sebab jika mengalami stroke isemik, yang 80% penderita mengalami stroke jenis ini, maka paling lama tiga jam pasien harus mendapat perawatan yang sebaiknya agar mengurangi kemungkinan terjadinya kecacatan,’ kata Croft. Stroke isemik terjadi ketika dalam arteri terjadinya pembekuan atau penghambatan sehingga memotong aliran darah ke otak.

sumber: yastroki.or.id/Satumed

Juli 10, 2008 Ditulis oleh solusikesehatananda | Masalah Kesehatan | , , , , , , , , , , , , | No Comments Yet

Sebarkan Pemahaman Tentang Stroke

MASYARAKAT luas harus memahami penyakit stroke, mulai kalangan awam, para medis, petugas administrasi sampai polisi lalu lintas. Semua pihak harus memiliki pemahaman yang sama akan kegawatdaruratan penderita stroke sehingga mampu memberikan iklim kondusif bagi penyelamatan penderita. Gerakan secara menyeluruh hendaknya menjadi perhatian semua kalangan, agar terjadi proses pemahaman yang lebih memasyarakat.
Seluruh lapisan masyarakat akan menyuarakan stroke pada tahap yang paling mendasar. Pada gilirannya masyarakat akan mencari informasi lebih banyak untuk memahami persoalan dari sumber yang paling berkompeten. Dengan demikian akan terjadi penyebarluasan apa itu stroke, bahayanya sekaligus penanganan ketika terjadi serangan.
Sebab berdasarkan pengalaman di lapangan, penyakit stroke membutuhkan perhatian semua pihak. Selain aspek medis juga memerlukan dukungan sektor terkait guna mendukung kelancaran penyelamatan pasien stroke. Hal itu diperlukan untuk menyelamatkan tiga jam pertama sejak serangan stroke yang sangat berharga bagi penderita.
Kalau tiga sampai enam jam pertama sejak serangan stroke dapat diusahakan pertolongan secara tepat akan dapat dihindarkan dari kerusakan jaringan otak. Tiga jam pascaserangan mendadak itu, pasien harus menadapat perawatan medis secara khusus. Keterlambatan akan berakibat vatal, penderita akan mengalami kerusakan jaringan otak yang tidak dapat dipulihkan kembali. Kerusakan total jaringan otak bahkan dapat mengakibatkan kematian bagi penderita.
Semua pihak berkewajiban untuk menyebarluaskan pemahaman kepada masyarakat agar terjadi kesadaran di berbagai lapisan. Masyarakat yang sadar stroke akan mampu memberikan pertolongan pertama sejak terjadi serangan stroke sehingga dapat dihindari keterlambatan.
Periode emas tiga jam setelah serangan penderita stroke harus diselamatkan. Hal itu diperlukan untuk mencegah kerusakan sel-sel otak yang sangat berpengaruh terhadap keselematan penderita. Dalam program pengenalan pada pelayanan dini ini perlu dijelaskan secara sederhana dan mudah dimengeri bahwa apabila seseorang mendapat serangan stroke artinya orang tersebut mendapat serangan pada otak.
Stroke adalah serangan otak, berbeda dengan serangan jantung. Otak merupakan bagian yang paling penting dalam tubuh manusia, bagian yang paling berkuasa, dan bagian yang paling menentukan kehidupan manusia. Otak yang sangat vital bagi manusia justru merupakan bagian paling lemah dan sangat tergantung pada bantuan yang terus menerus dari berbagai sistem yang ada dalam tubuh.
Otak bagian yang paling rawan dan mudah rusak. Kerusakan akan berakibat fatal, yakni kematian. Sedikitnya cacat yang tidak dapat disembuhkan. Untuk itu serangan pada otak harus ditanggapi sebagai gangguan medis yang sangat gawat dan sangat darurat.
Keadaan darurat dan gawat medis itu maka penanganan untuk penderita stroke harus diberi prioritas utama. Didahulukan dari penanganan penderita penyakit lain. Penanganan keadaan darurat stroke tidak dapat ditunda, penanganan dalam keadaan darurat menjadi periode emas. Sesegera mungkin, tiga jam atau enam jam sejak serangan pertama stroke. (djo)

sumber: hupelita.com

Juli 10, 2008 Ditulis oleh solusikesehatananda | Masalah Kesehatan | , , , , , , , , , , , , , | No Comments Yet

7 Tahapan Terapi Stroke Akut

Salah satu komponen krusial dalam penanggulangan stroke adalah upaya terapi stroke fase akut. Paradigma lama memandang terapi stroke akut dengan cara pandang “wait and see”, sehingga penderita yang mengalami serangan stroke dibawa ke rumah sakit hanya jika gejala stroke memberat.Selain menimbulkan beban ekonomi bagi penderita dan keluargannya, stroke juga menjadi beban bagi pemerintah dan perusahan asuransi kesehatan. Selain itu, kecacatan yang ditimbulkan oleh stroke juga dapat mengakibatkan hilangnya penghasilan penderita.


Dari berbagai fakta tersebut menunjukkan bahwa sampai saat ini, stroke masih merupakan masalah utama di bidang neurologi maupun kesehatan pada umumnya. Untuk mengatasi masalah krusial ini, diperlukan strategi penanggulangan stroke yang mencakup aspek preventif, terapi rahabilitasi, dan promotif.
Menurut dr Saiful Islam SpS dari RSUD dr Soetomo Surabaya, dari berbagai studi klinik telah disimpulkan bahwa serangan stroke merupakan keadaan darurat yang harus segera ditangani, sebagaimana penanganan trauma berat atau infark miokard akut. Dengan demikian,”time is brain” merupakan cara pandang yang lebih tepat dalam terapi stroke fase akut.
Bukan hanya itu, terapi trombolitik pada penderita stroke iskemik akut, misalnya hanya dilakukan selang waktu tiga jam sejak terjadimnya serangan stroke. Padahal, keberhasilan terapi stroke akut sangat ditentukan oleh beberapa tahap dan merupakan mata rantai yang saling berkait (“stroke chain survival and recovery”).
Ada tujuh tahapan terapi stroke akut, tahapan tersebut meliputi: pengenalan gejala dan tanda-tanda stroke oleh penderita, keluarga atau orang di sekitar penderita, sistem komunikasi yang baik antara masyarakat dan rumah sakit dan fasilitas pengiriman penderita ke rumah sakit. Berdasarkan hasil penelitian dinyatakan bahwa pelayanan ambulans darurat merupakan komponen paling signifikan yang berhubungan dengan kecepatan penderita stroke tiba di rumah sakit.

Yang tidak kalah pentingnya adalah bagian triage dari instalasi rawat darurat, yang harus segera melakukan evaluasi penderita, termasuk pemeriksaan CT-scan kepala, penentuan diagnosis dan rencana penanganan, dan pengobatan umum termasuk tindakan bedah bila diperlukan.


Ditambahkan Saiful Islam, sebenarnya masih ada satu mata rantai yang juga amat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi stroke akut, yaitu perlengkapan atau sarana perawatan akut dan rehabulitasi dini. Dari penelitian yang dilakukan mobilisasi atau latihan dini merupakan faktor terpenting yang berkaitan dengan keberhasilan terapi.
RIS

Stroke merupakan penyakit saraf yang paling sering mengakibatkan cacat dan kematian. Di samping menduduki peringkat utama di antara segolongan penyakit saraf yang mengakibatkan kematian, stroke juga merupakan salah satu dari tiga penyebab utama kematian pada umumnya.
Sampai saat ini, penderita stroke adalah penghuni terbanyak di bangsal atau ruangan pada hampir semua pusat pelayanan rawat inap penderita saraf.

Model perawatan
Selama ini model perawatan terhadap penderita stroke disamakan dengan perawatan terhadap pasien dengan penyakit lain, akibatnya lama perawatan di rumah sakit menjadi lebih panjang. Selain itu penanganan juga menjadi kurang sempurna.stroke akut


Saat ini telah dilakukan berbagai uji coba model perawatan khusus bagi penderita stroke. Antara lain, unit perawatan intensif penderita stroke akut, unit rehabilitasi stroke, serta unit perawatan stroke akut dan rehabilitasi dini.
Dalam penerapan model perawatan khusus bagi penderita stroke, unit ini dikendalikan oleh tim multidispliner yang melibatkan berbagai bidang keahlian, mulai dari dokter spesialis saraf, paramedik, ahli gizi, terapist, pekerja sosial dan bidang-bidang lain yang terkait dengan unit rehabilitasi medik.

Haris Fadilah

Juli 10, 2008 Ditulis oleh solusikesehatananda | Masalah Kesehatan | , , , , , , , | No Comments Yet

APA ITU UIE K-LIQUID CHLOROPHYLL

APA ITU UIE K-LIQUID CHLOROPHYLL?

UIE K-Liquid Chlorophyll adalah minuman kesehatan (Herbal Drink) yang bahan utamanya adalah sari klorofil dari daun Alfalfa (Medigo sativa), suatu herbal bernilai nutrisi tinggi.

KOMPOSISI
Sari Daun Alfalfa yang mengandung :
Sodium Copper Chlorophyllin Vit. A, B-Complex, C, E Calsium Magnesium
Pospor Asam Amino Alpha & Beta Carotine
+ UIE (Universe Induce Energy)

MANFAAT / KEGUNAAN UIE K-LIQUID CHLOROPHYLL

* Sebagai Anti Oxidant, baik untuk kesehatan mata, paru-paru, lambung, pencernaan, dll.
* Satu sendok / sloki K-Liquid Chlorophyll sama dengan 1 Kg sayuran.
* Memperlancar dan membersihkan darah dari segala bentuk racun dan zat kimia dalam tubuh.
* Berfungsi sebagai anti kanker.
* Menjaga keseimbangan hormon dan keasaman dalam tubuh.
* Menghalangi pertumbuhan bakteri dan mempercepat penyembuhan luka.
* Meningkatkan daya serap nutrisi dan energi

FUNGSI UTAMA UIE K-LIQUID CHLOROPHYLL

* PEMBERSIH::: Membersihkan sistem pencernaan, membersihkan darah, membunuh bakteri, mencegah infeksi dan detoksifikasi.

* PENYEIMBANG::: Menjaga keseimbangan hormon dan juga keseimbangan kadar asam dan basa didalam tubuh.

* PENGAKTIF::: Menyediakan zat untuk meningkatkan kadar oksigen di dalam sel darah merah.
Ahli gizi yang terkenal di dunia sudah lama menyetujui dan memperkenalkan nilai gizi klorofil. Saat ini melalui teknologi modern proses penyarian, para ilmuan tidak hanya dapat menyari jumlah klorofil dalam daun Alfalfa tetapi juga dapat menjaga enzim dan bahan mineral aktif untuk meningkatkan kesehatan.

Berikut ini adalah pendapat ilmuwan yang meraih hadiah nobel mengenai klorofil:
1) Tahun 1912, Dr. Alexis Carrell menerima hadiah nobel, pernyataanya bahwa “Sel bersifat abadi”. Dalam penelitiannya menunjukkan pentingnya membersihkan racun untuk merawat kesehatan.

2) Tahun 1915, Dr. Richard Willstater, menerima hadiah nobel karena menemukan stuktur kimia klorofil, yang berupa rangkaian atom karbinm hidrogen, nitrogen, dan oksigen yang mengikat satu atom magnesium.

3) Tahun 1930, Dr. Hans Fischer, memenangkan hadiah nobel karena menemukan struktur kimia hemoglobin yang hampir sama dengan struktur kimia klorofil.

KEMASAN : 1 botol isi 500 ml Ekstrak Chlorophyll

1 SENDOK MAKAN UIE K-LIQUID CHLOROPHYLL = 1 Kg Sayuran

Harga Jual Rp. 140.000 / botol. Gratis ongkos kirim untuk antaran Depok dan sekitarnya.

Juni 18, 2008 Ditulis oleh solusikesehatananda | Produk | , , , , , , , , , , | No Comments Yet

HEPATITIS, sebuah pengenalan

Istilah “Hepatitis” dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver). Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan, termasuk obat tradisional. Virus hepatitis juga ada beberapa jenis, hepatitis A, hepatitis B, C, D, E, F dan G. Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus bisa akut ( hepatitis A ) dapat pula hepatitis kronik ( hepatitis B,C ) dan adapula yang kemudian menjadi kanker hati ( hepatitis B dan C ).

Hepatitis A
Seringkali infeksi hepatitis A pada anak-anak tidak menimbulkan gejala, sedangkan pada orang dewasa menyebabkan gejala mirip flu, rasa lelah, demam, diare, mual, nyeri perut, mata kuning dan hilangnya nafsu makan. Gejala hilang sama sekali setelah 6-12 minggu. Orang yang terinfeksi hepatitis A akan kebal terhadap penyakit tersebut. Berbeda dengan hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak berlanjut ke hepatitis kronik.
Masa inkubasi 30 hari.Penularan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feces pasien, misalnya makan buah-buahan, sayur yang tidak dimasak atau makan kerang yang setengah matang. Minum dengan es batu yang prosesnya terkontaminasi.
Saat ini sudah ada vaksin hepatitis A, memberikan kekebalan selama 4 minggu setelah suntikan pertama, untuk kekebalan yang panjang diperlukan suntikan vaksin beberapa kali. Pecandu narkotika dan hubungan seks anal, termasuk homoseks merupakan risiko tinggi tertular hepatitis A.

Hepatitis B
Gejala mirip hepatitis A, mirip flu, yaitu hilangnya nafsu makan, mual, muntah, rasa lelah, mata kuning dan muntah serta demam. Penularan dapat melalui jarum suntik atau pisau yang terkontaminasi, transfusi darah dan gigitan manusia.
Pengobatan dengan interferon alfa-2b dan lamivudine, serta imunoglobulin yang mengandung antibodi terhadap hepatitis-B yang diberikan 14 hari setelah paparan.
Vaksin hepatitis B yang aman dan efektif sudah tersedia sejak beberapa tahun yang lalu. Yang merupakan risiko tertular hepatitis B adalah pecandu narkotika, orang yang mempunyai banyak pasangan seksual.
Mengenai hepatitis C akan kita bahas pada kesempatan lain.

Hepatitis D
Hepatitis D Virus ( HDV ) atau virus delta adalah virus yang unik, yang tidak lengkap dan untuk replikasi memerlukan keberadaan virus hepatitis B. Penularan melalui hubungan seksual, jarum suntik dan transfusi darah. Gejala penyakit hepatitis D bervariasi, dapat muncul sebagai gejala yang ringan (ko-infeksi) atau amat progresif.

Hepatitis E
Gejala mirip hepatitis A, demam pegel linu, lelah, hilang nafsu makan dan sakit perut. Penyakit yang akan sembuh sendiri ( self-limited ), keculai bila terjadi pada kehamilan, khususnya trimester ketiga, dapat mematikan. Penularan melalui air yang terkontaminasi feces.

Hepatitis F
Baru ada sedikit kasus yang dilaporkan. Saat ini para pakar belum sepakat hepatitis F merupakan penyakit hepatitis yang terpisah.

Hepatitis G
Gejala serupa hepatitis C, seringkali infeksi bersamaan dengan hepatitis B dan/atau C. Tidak menyebabkan hepatitis fulminan ataupun hepatitis kronik. Penularan melalui transfusi darah jarum suntik. Semoga pengetahuan ini bisa berguna bagi Anda dan dapat Anda teruskan kepada saudara ataupun teman Anda.

Mencegah Kanker Hati
KANKER hati merupakan kanker yang sering dijumpai di Indonesia. Kanker ini dihubungkan dengan infeksi Hepatitis B atau Hepatitis C. Artinya pada umumnya penderita kanker hati pernah terinfeksi Hepatitis B atau C.
Penyakit Hepatitis B dan Hepatitis C sering dialami penduduk Indonesia. Kedua penyakit ini ditularkan melalui cairan tubuh. Virus Hepatitis B dan Hepatitis C dapat ditularkan melalui hubungan seksual, jarum suntik, dan transfusi darah.
Pada umumnya dewasa ini di negeri kita transfusi darah sudah aman, darah yang akan diberikan diskrining Hepatitis B, Hepatitis C, dan HIV. Dengan demikian kemungkinan penularan Hepatitis dan HIV melalui transfusi darah sudah menjadi kecil. Gejala penyakit Hepatitis, virus biasanya dimulai dengan demam, pegal otot, mual, mata menjadi kuning, dan air seni berwarna kemerahan seperti air teh. Namun, tidak semua orang mengalami gejala seperti itu.
Gejala Hepatitis C biasanya lebih ringan dibandingkan dengan Hepatitis A atau B. Setelah terserang Hepatitis A pada umumnya penderita sembuh secara sempurna, tidak ada yang menjadi kronik. Hepatitis B juga sebagian besar akan sembuh dengan baik dan hanya sekitar 5-10 persen yang akan menjadi kronik. Bila hepatitis B menjadi kronik maka sebagian penderita hepatitis B kronik ini akan menjadi sirosis hati dan kanker hati.
Pada Hepatitis C penderita yang menjadi kronik jauh lebih banyak. Sebagian penderita Hepatitis C kronik akan menjadi sirosis hati dan kanker hati. Hanya sebagian kecil saja penderita Hepatitis B yang berkembang menjadi kanker hati. Begitu pula pada penderita Hepatitis C hanya sebagian yang menjadi kanker hati. Biasanya diperlukan waktu 17 sampai dengan 20 tahun seorang yang menderita Hepatitis C untuk berkembang menjadi sirosis hati atau kanker hati.
Sekarang memang ada obat baru untuk Hepatitis B yang disebut lamivudin. Obat ini berupa tablet yang dimakan sekali sehari. Sedangkan jika diperlukan pengobatan untuk Hepatitis C tersedia obat Interferon (suntikan) dan Ribavirin (kapsul). Namun penggunaan obat-obat tersebut memerlukan pengawasan dokter.
Hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan anti HBs positif berarti Anda pernah terinfeksi virus Hepatitis B, namun virus tersebut sudah tidak ada lagi dalam darah Anda (HbsAg negatif). Itu bahkan menunjukkan bahwa Anda sekarang sudah mempunyai kekebalan terhadap Hepatitis B (anti HBs positif). Karena itu selama kadar antibodi anti HBs Anda tinggi, maka Anda tak perlu lagi divaksinasi. Imunisasi Hepatitis B dapat dimulai sejak bayi.
Anti HCV negatif artinya Anda belum pernah terinfeksi Hepatitis C. Sampai sekarang ini belum ada vaksin untuk Hepatitis C sehingga Anda dianjurkan agar berhati-hati sehingga tidak tertular Hepatitis C. Jadi hindari kontak dengan cairan tubuh orang lain. Salah satu cara yang efektif untuk menurunkan kekerapan kanker hati adalah dengan imunisasi Hepatitis B. Ini telah dibuktikan di banyak negara. Ternyata, negara-negara yang mempunyai program imunisasi Hepatitis B yang baik kekerapan kanker hati menurun dengan nyata. Mudah-mudahan masyarakat kitapun peduli terhadap imunisasi Hepatitis B ini.

sumber: http://www.infeksi.com

Juni 18, 2008 Ditulis oleh solusikesehatananda | Masalah Kesehatan | , , , , , , , , | No Comments Yet

Hepatitis

Hepatitis adalah peradangan hati karena berbagai sebab. Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut “hepatitis akut”, hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut “hepatitis kronis”.

Penyebab
Hepatitis biasanya terjadi karena virus, terutama salah satu dari kelima virus hepatitis, yaitu A, B, C, D atau E. Hepatitis juga bisa terjadi karena infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus. Penyebab hepatitis non-virus yang utama adalah alkohol dan obat-obatan.

Jenis Virus Hepatitis
* Virus hepatitis A
Virus hepatitis A terutama menyebar melalui tinja. Penyebaran ini terjadi akibat buruknya tingkat kebersihan. Di negara-negara berkembang sering terjadi wabah yang penyebarannya terjadi melalui air dan makanan.

* Virus hepatitis B
Penularannya tidak semudah virus hepatitis A. Virus hepatitis B ditularkan melalui darah atau produk darah. Penularan biasanya terjadi diantara para pemakai obat yang menggunakan jarum suntik bersama-sama, atau diantara mitra seksual (baik heteroseksual maupun pria homoseksual).

Ibu hamil yang terinfeksi oleh hepatitis B bisa menularkan virus kepada bayi selama proses persalinan. Hepatitis B bisa ditularkan oleh orang sehat yang membawa virus hepatitis B. Di daerah Timur Jauh dan Afrika, beberapa kasus hepatitis B berkembang menjadi hepatitis menahun, sirosis dan kanker hati.

* Virus hepatitis C
Menyebabkan minimal 80% kasus hepatitis akibat transfusi darah. Virus hepatitis C ini paling sering ditularkan melalui pemakai obat yang menggunakan jarum bersama-sama. Jarang terjadi penularan melalui hubungan seksual. Untuk alasan yang masih belum jelas, penderita “penyakit hati alkoholik” seringkali menderita hepatitis C.

* Virus hepatitis D
Hanya terjadi sebagai rekan-infeksi dari virus hepatitis B dan virus hepatitis D ini menyebabkan infeksi hepatitis B menjadi lebih berat. Yang memiliki resiko tinggi terhadap virus ini adalah pecandu obat.

* Virus hepatitis E
Virus hepatitis E kadang menyebabkan wabah yang menyerupai hepatitis A, yang hanya terjadi di negara-negara terbelakang.

* Virus hepatitis G
Jenis baru dari virus hepatitis yang telah terdeteksi baru-baru ini.

sumber: http://id.wikipedia.org

Juni 18, 2008 Ditulis oleh solusikesehatananda | Masalah Kesehatan | , , , , , , | No Comments Yet

Testimoni: Ibu Sumirah – Yogyakarta

Sumirah (64 tahun) Yogyakarta

Stroke selama 15 tahun membuat saya sangat menderita. Selama 15 tahun saya menderita stroke. Hari-hari rasanya sesuatu yang membosankan. Setengah hari badan saya terasa lemah, lutut saya kadang-kadang mati rasa, saya jadi malas bergerak, hingga akhirnya jari-jari kaki saya menjadi kaku dan bertekuk ke bawah. Dokter dan berbagai pengobatan alternatif sudah saya kunjungi, namun belum nampak adanya perbaikan. Rasanya hidup ini seperti tak berarti, hanya tidur, makan dan begitu terus menerus selama ini, sampai akhirnya anak saya memperkenalkan suatu produk yang bernama Kinotakara dan Chlorophyll.
Penuturan anak: Suatu ketika saya diundang teman untuk mengikuti suatu acara di Hotel Radisson Yogyakarta, awalnya saya malas dan ragu untuk mengikuti acara tersebut, namun setelah beberapa saat mendengarkan pemaparan mengenai produk, saya tertarik hingga akhirnya saya membeli Kinotakara dan Chlorophyll. Harapan saya semoga produk ini bisa bermanfaat menyembuhkan penyakit ibu saya.

Begitu sampai di rumah, saya langsung memberi Ibu Chlorophyll dan malamnya saya tempelkan Kinotakara pada kakinya. Pada hari ketiga saya menangis terharu ketika melihat koyo yang baru dilepas dari kakinya, koyonya begitu basah sampai meleh keluar dari koyo tersebut. Dan lebih menakjubkan lagi jari-jari kaki ibu kini mulai lurus dan sudah bisa digerakkan serta tidak kaku lagi. Saat itu pula kami sekeluarga merasa takjub dan bersyukur kepada Allah, ternyata Tuhan masih saying sama kami dengan memberikan jalan keluar melalui produk PT. K-LINK Indonesia. Sampai saat ini, saya sekeluarga selalu mengkonsumsi Chlorophyll., dan ibu saya memakai Kinotakara. Kami semua berharap semoga Ibu bisa berjalan kembali tanpa alat Bantu. Terimakasih PT. K-LINK Indonesia.

Mei 27, 2008 Ditulis oleh solusikesehatananda | Testimoni | , | No Comments Yet

Testimoni: Bp. Yohanes Soepardi – Pontianak

Testimoni: Bp. Yohanes Soepardi – Pontianak

Yohanes soepardi (36 Tahun)
Jln. Gg. Cemerlang No. 11, Pontianak

Nyeri lutut hilang dengan Kinotakara! Dua tahun yang lalu saya pernah mengalami kecelakaan dan mengalami cedera pada lutut. Karena hal tersebut sampai sekarang saya kadang-kadang merasakan nyeri pada lutut. Saya juga mempunyai tekanan darah rendah yang membuat kepala saya sering pusing, dan pada malam hari saya sulit tidur serta sering terbangun karena keinginan buang air kecil di malam hari.
Saya memakai produk K-Link yaitu Kinotakara. Pada awal pemakaian lutut seperti ditarik-tarik. Akan tetapi setelah digunakan selama 5 hari pada lutut berangsur-angsur membaik. Sesudah menggunakan Kinotakara selama 10 hari berturut-turt nyeri pada lutut sudah tidak tersa lagi dan rasa pusing pada kepala tidak terjadi lagi, malam hari tidur pun pulas sampai pagi.

Mei 27, 2008 Ditulis oleh solusikesehatananda | Testimoni | | No Comments Yet